Cita-citaku sangatlah biasa..kuingin menjadi LILIN..layak kah aku,Tuhan..?




Jumat, 06 Mei 2011

Diam sama dengan pengkhianatan


Berkhianat merupakan kata yang sedapat mungkin jauh dari sepak terjang kita sebagai manusia yang beradab. Jika kita sadar maka tentunya tidak akan melakukannya, namun bagaimana jika hal itu terpaksa harus dilakukan. Sungguh suatu hal yang bodoh jika kita yang mengaku manusia beradab tapi kita bisa dipaksa untuk berkhianat. Kalau begitu apakah mungkin ada pengkhianatan yang dilakukan secara sukarela namun tidak sadar jika sedang berkhianat?
Sebuah perjalanan hidup yang semoga menjadi kenangan baik maupun buruknya dan kuharapkan menjadikanku lebih berani untuk menyuarakan kebenaran, mengungkapkan kesalahan orang lain tanpa membuatnya merasa disalahkan.

Dalam suatu rapat yang kuikuti , dimana kami berhadapan antara Kabid dan seluruh laskar auditor serta kasi dari seksi terkait lain. Siang itu udara terasa panas di luar, sebagian peserta rapat sudah ogah-ogahan berangkat menhadirinya, alasan klasik hari jum'at dimana itu adalah hari bagi para bulok untuk bersiap-siap pulang ke keluarganya. Hal lain timing yang kurang pas, undangan jam 13.15 WIB, sementara para bapak yang muslim kan mesti sholat Jum'at dulu, belum harus makan siang dll. Alhasil peserta banyak yang terlambat, disinilah semua "api" berawal, yang punya gawe tepatnya si Kabid marah...ngomel..merintahkan agar absen tidak diberikan kepada peserta yang terlambat. Belum cukup sampai disitu, peserta yang karena mendapatkan "panggilan alam" terpaksa harus menahan diri karena pintu disuruh untuk ditutup dan tidak ada peserta yang keluar masuk lagi...hua ha ha ha..ini rapat atau penyanderaan sih...
Dalam hasil paparan kantor pusat , ternyata kami (sleman) menduduki urutan pertama untuk kategori pencapaian target penerimaan. Anehnya si Kabid tidak tahu bahwa kami memang terbaik di triwulan I ini, kurang ajarnya lagi dia menyangkal bahwa kami secara nasional terbaik. Semua gara-gara ketidaksukaan si Kabid kepadaku mulai peristiwa Mei 2010 itu. Tetapi sungguh bodohnya dia kalau dalam hal yang sudah diukur dan dinilai oleh pihak ketiga , dia tetap tidak mengakui. Bukankah semakin menunjukkan bahwa dia memang tidak memahami bidang tugasnya, apa yang terjadi di bidangnya saja dia nggak paham, hadooohhh..melas temen .
Sepanjang rapat itu, bolak-balik si kabid itu mengatakan ini serius , ini pembicaraan serius dan penting...padahal terus terang tak satupun dari kami yang paham dimana letak setius dan pentingnya. Tapi yah sudahlah...(kayak lagu Bondan Prakoso)...kami semua terdiam pura-pura menyimak pembicaraannya padahal jiwa dan pikiran kami melayang-layang entah kemana.
Dimana pengkhianatan itu terjadi..oleh siapa? Pengkhianatan itu terjadi tepat di depan mata kami semua. Pembiaran penyangkalan si Kabid atas prestasi kami menimbulkan tanda tanya besar , kemana sang punggawa yang notabene para kasi nya? Bagaimana feeding mereka kepada si Kabid itu? Dan jawaban si Kasi saat kutanya dimana posisi Sleman dalam prestasi yang dipaparkan kantor pusat itu adalah Sleman ranking 1...gubraaaakkkkkk...apakah ini sengaja mereka lakukan , dengan membiarkan kesalahan yaitu tuduhan / fitnah si kabid kepada laskar auditor Sleman tetap berlangsung sementara dia tahu bahwa hal itu tidak benar. Kalau memang mereka sengaja membiarkan itu maka untuk apa kami harus loyal pada mereka? Mereka cuma diam padahal mereka tahu kebenarannya...diam mereka berarti pengkhianatan untuk orang lain yang tak bersalah..
Maafkan aku para kasi..taoi itu memang jatahmu...jatah pengkhianat bagi rekan kerja nya sendiri. Tak kurang kami support engkau selama ini, namun balasan kalian sungguh menyakitkan kami. Selamat berjuang di masing-masing lini kita..suatu saat kalian akan punya nyali jika kalian sudah mulai beradab. Hanya pesanku : sebelum kalian menyesal, sebaiknya segeralah kalian memiliki warna dan prinsip sendiri, jangan takut akan kesengsaraan,lebih takutlah pada kesemuan dan kebohongan..terkahir:jangan jadi pribadi yang pengecut.

Dhora "AB" Mediana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda tercipta dari hati anda, maka secara otomatis anda juga telah memberi ruang untuk hati anda