INGKAR bukanlah judul lagunya si Audy , biarpun itu lagu fave ku...
Biasa dalam hubungan antara dua sejoli muda-mudi kata ingkar adalah momok yang sepatutnya dijauhi, atau hubungan antar individu demikian juga, dan bagaimana jika ingkar terjadi antara diri kita dengan hati kita. Eiits.. sebelumnya apakah ini dianggap beda "entity"..huaahhh dasar wong akunting glossary nya akuntansi melulu.. Yup,pokoknya ingkar dengan hati kita sendiri. Ada hal yang menurutku menarik untuk direnungkan supaya aku tidak teracuni dengan ingkar yang makin merajalele eh..merajalela.
Alkisah si Wulan (nama sebenarnya..he he) seorang wanita hampir setengah baya-umurnya 40 thn kira-kira (jika umur wanita indon asumsi 100 thn) , karir yang biasa saja , body nya no comment karena ada kecenderungan ku untuk tidak mencela fisik, kemampuan finansiil kayaknya menengah , sedang giat-giatnya membuat komunitas dengan segala macam kriteria. Semua kriteria komunitas itu dibentuk secara dadakan berdasarkan moodnya, kadang komunitas pecinta rujak cingur, komunitas penggemar tas KW, komunitas fakultas tertentu (alumnusnya), komunitas wanita dgn tubuh setipe dengan dia, komunitas daerah tertentu sesuai asalnya, sudah gitu masih diperparah lagi dengan komunitas asal sekolah (elementary,junior,senior) padahal kalau satu daerah (biasanya) hampir pasti sekolahnya banyak yang sama..duh..manusia sosialita!
Anehnya, para anggotanya juga ada saja. Dengan mengusung kata "silaturahmi" maka banyak para ibu/bapak/tua/muda yang daftar jadi anggotanya. Jika menilik kata silaturahmi seharusnya itu dilakukan dengan pola yang sedikit teratur, teroganisir, terarah tujuan dan maksudnya, apalagi judulnya KOMUNITAS. Entah apa agendanya pokoknya secara membabibuta dan mendadak undangan tersebar pake media sosial yang ada. Ditetapkanlah di suatu tempat tertentu ,bisa di rumah si anu atau resto / rumah makan/ warung dll...ya ..ya..ya...yaaaaaaaaa..pokoke ngumpul,cekikikan, nyerocos sana-sini..komplit..ntar dibilang tombo kangen. Tak peduli pula, hari kerja (bagi yang kerja) ataupun weekend yang notabene hari keluarga.
Pada suatu hari, si Wulan mengabarkan bahwa dirinya tepar alias sakit. Simpatisannya banyak karena dia adalah Mrs.Sosialita. You know...prihatin, kasihan,support bermunculan...saran tentu saja tak ketinggalan. Semua menanyakan apa sebab si Wulan sakit..jawabnya: "aku kurang istirahat, kerja terus sampai akhirnya jatuh sakit"...hueekksss (maaf, bukan aku sedang ngidam)..mendengar saja sudah membuatku mual.
Pikiranku melayang, aku ini makin tua makin bodoh kali ya...si Wulan katanya sakit karena banyak kerja,kurang istirahat. Ya..ya..yaaaaaa mungkin saja iya benar, kalau gitu aku yang bodoh. Tapi coba kurenungkan lagi...senin sd jum'at paling kerja cuman berapa jam, kegiatannya bersama komunitas yang tetek bengek itu tetap jalan, tambah lagi hampir setiap sabtu ada lagi kegiatan bersama sosialita itu...hmmm,jadi menurutku tepatnya kalau toh dia sakit lebih disebabkan karena banyakan makan minum yang tidak sehat, karena jika sudah kumpul-kumpul maka tidak ada makanan yang tidak enak. Semua jadi serba extra...hmmm...sementara badan metabolisme makin tidak sempurna ..secara umur kita sudah hampir setengah baya.
Ingkar pada diri sendiri...terlalu dini mungkin kutuduhkan. Pasti ada hal-hal yang ada dalam dirinya yang hendak dia tutupi, sehingga dia sibuk jadi founder aneka sosialita, supaya ada semacam pengakuan orang lain atas dirinya. Kukenal dia sejak masih sekolah, dia tipikal introvert, dan aku yakin manusia tak akan berubah sifat secara drastis apapun keadaannya. Kesimpulanku dia mengingkari kenyataan dalam dirinya, dia ingin jadi orang lain, supaya ada pengakuan orang lain terhadap dirinya.
Contoh yang dapat menjadi pelajaran berharga bagiku...menyakitkan jika keberadaan kita tidak dilirik oleh orang lain, tapi lebih sakit lagi jika harus menjadi orang lain sepanjang hidup kita. Be your self....kata simbahku almarhum gitu.
Curhatku ini hanyalah gambaran atau reaksi ku atas keanehan dari beberapa peristiwa disekitarku, seperti semangat blog pribadiku ini, aku ingin memberi ruang hatiku untuk berbicara. Jika ada manfaat bagi orang lain maka diriku sebagai LILIN menjadi nyata adanya.
Salam,
Dhora "AB" Mediana
Biasa dalam hubungan antara dua sejoli muda-mudi kata ingkar adalah momok yang sepatutnya dijauhi, atau hubungan antar individu demikian juga, dan bagaimana jika ingkar terjadi antara diri kita dengan hati kita. Eiits.. sebelumnya apakah ini dianggap beda "entity"..huaahhh dasar wong akunting glossary nya akuntansi melulu.. Yup,pokoknya ingkar dengan hati kita sendiri. Ada hal yang menurutku menarik untuk direnungkan supaya aku tidak teracuni dengan ingkar yang makin merajalele eh..merajalela.
Alkisah si Wulan (nama sebenarnya..he he) seorang wanita hampir setengah baya-umurnya 40 thn kira-kira (jika umur wanita indon asumsi 100 thn) , karir yang biasa saja , body nya no comment karena ada kecenderungan ku untuk tidak mencela fisik, kemampuan finansiil kayaknya menengah , sedang giat-giatnya membuat komunitas dengan segala macam kriteria. Semua kriteria komunitas itu dibentuk secara dadakan berdasarkan moodnya, kadang komunitas pecinta rujak cingur, komunitas penggemar tas KW, komunitas fakultas tertentu (alumnusnya), komunitas wanita dgn tubuh setipe dengan dia, komunitas daerah tertentu sesuai asalnya, sudah gitu masih diperparah lagi dengan komunitas asal sekolah (elementary,junior,senior) padahal kalau satu daerah (biasanya) hampir pasti sekolahnya banyak yang sama..duh..manusia sosialita!
Anehnya, para anggotanya juga ada saja. Dengan mengusung kata "silaturahmi" maka banyak para ibu/bapak/tua/muda yang daftar jadi anggotanya. Jika menilik kata silaturahmi seharusnya itu dilakukan dengan pola yang sedikit teratur, teroganisir, terarah tujuan dan maksudnya, apalagi judulnya KOMUNITAS. Entah apa agendanya pokoknya secara membabibuta dan mendadak undangan tersebar pake media sosial yang ada. Ditetapkanlah di suatu tempat tertentu ,bisa di rumah si anu atau resto / rumah makan/ warung dll...ya ..ya..ya...yaaaaaaaaa..pokoke ngumpul,cekikikan, nyerocos sana-sini..komplit..ntar dibilang tombo kangen. Tak peduli pula, hari kerja (bagi yang kerja) ataupun weekend yang notabene hari keluarga.
Pada suatu hari, si Wulan mengabarkan bahwa dirinya tepar alias sakit. Simpatisannya banyak karena dia adalah Mrs.Sosialita. You know...prihatin, kasihan,support bermunculan...saran tentu saja tak ketinggalan. Semua menanyakan apa sebab si Wulan sakit..jawabnya: "aku kurang istirahat, kerja terus sampai akhirnya jatuh sakit"...hueekksss (maaf, bukan aku sedang ngidam)..mendengar saja sudah membuatku mual.
Pikiranku melayang, aku ini makin tua makin bodoh kali ya...si Wulan katanya sakit karena banyak kerja,kurang istirahat. Ya..ya..yaaaaaa mungkin saja iya benar, kalau gitu aku yang bodoh. Tapi coba kurenungkan lagi...senin sd jum'at paling kerja cuman berapa jam, kegiatannya bersama komunitas yang tetek bengek itu tetap jalan, tambah lagi hampir setiap sabtu ada lagi kegiatan bersama sosialita itu...hmmm,jadi menurutku tepatnya kalau toh dia sakit lebih disebabkan karena banyakan makan minum yang tidak sehat, karena jika sudah kumpul-kumpul maka tidak ada makanan yang tidak enak. Semua jadi serba extra...hmmm...sementara badan metabolisme makin tidak sempurna ..secara umur kita sudah hampir setengah baya.
Ingkar pada diri sendiri...terlalu dini mungkin kutuduhkan. Pasti ada hal-hal yang ada dalam dirinya yang hendak dia tutupi, sehingga dia sibuk jadi founder aneka sosialita, supaya ada semacam pengakuan orang lain atas dirinya. Kukenal dia sejak masih sekolah, dia tipikal introvert, dan aku yakin manusia tak akan berubah sifat secara drastis apapun keadaannya. Kesimpulanku dia mengingkari kenyataan dalam dirinya, dia ingin jadi orang lain, supaya ada pengakuan orang lain terhadap dirinya.
Contoh yang dapat menjadi pelajaran berharga bagiku...menyakitkan jika keberadaan kita tidak dilirik oleh orang lain, tapi lebih sakit lagi jika harus menjadi orang lain sepanjang hidup kita. Be your self....kata simbahku almarhum gitu.
Curhatku ini hanyalah gambaran atau reaksi ku atas keanehan dari beberapa peristiwa disekitarku, seperti semangat blog pribadiku ini, aku ingin memberi ruang hatiku untuk berbicara. Jika ada manfaat bagi orang lain maka diriku sebagai LILIN menjadi nyata adanya.
Salam,
Dhora "AB" Mediana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda tercipta dari hati anda, maka secara otomatis anda juga telah memberi ruang untuk hati anda