Saat mengamati seorang PUTRI sedang latihan tari , sendirian di Pendhopo belakang,
diiringi dengan gamelan dari CD , suaranya merdu mengalun menelusuri ruangan pendhopo
Sungguh mengagumkan dia !
rambutnya panjang tergerai,sesekali disibakkan kala nglengsreh menutupi wajahnya
dijepit dengan daun telinganya
Kakinya yang kecil dengan mantap mengikuti setiap alunan gamelan
Tangannya lincah memainkan sampur putih hijau lendang kesayangannya
Mulutnya menggumam kecil menghitung tiap gerakan tangan dan kakinya
ekspresi wajahnya keras,seolah berpikir dan memperhitungkan
setiap gerakannya dengan seksama
pancaran matanya..mata yang selalu berbicara lebih tajamdari mulutnya
mata yang selalu penuh makna,
mata yang selalu memancarkan keceriaan,mengajarkan hidup dalam kesederhanaan.
Kaki itu..
sesekali dia berjingkrak
seperti orang yang menginjak bara panas
sesekali bergerak lemah gemulai
seperti daun nyiur melambai
santai...alangkah nlentheng dia
saat tarian Bedhaya dibawakannya
seperti aliran air sungai
Gregetnya tersalur secara perlahan
greget hidup yang tenang ...damai
Damai..
damai yang terciptakan
menggelora memenuhi ruangan pendhopo
Lmbut..
kelembutan merasuki jiwa
jiwa siapa saja yang berada disekitarnya
lahir dalam gerakan dan irama
dayanya menjelajah ke sudut-sudut ruangan
sampai keluar terpantul ke dinding gebyog pendhopo
menyatu dan padu dengan ala jagad raya
Selesai..
tarian itu telah usai..
ditutup dengan anggun dalam seblakan sampur putih hijau lendang kesayangannya
menit demi menit telah dilaluinya..
dan aku hanya cuma bisa memandangnya
dalam kesunyian malam..
tanpa dapat menggapainya
meski keseimbangan telah kuperoleh
tetap hening yang bicara
dalam pesona PUTRI ku yang tunggal.
Untukmu: PUTRI ku
Mimpi luapan sebuah kerinduan kepada yang terkasih..yang telah bahagia dan lebih bahagia di sana.. senyum kecilnya adalah kekuatan bagi sang bunda...dalam damai telah terpisah ruang dan waktu namun cinta kalian tak akan terpisah... seperti cinta Bapa kepada anakNYA .. Tak akan dan tak pernah akan terpisah...hanya sejauh doa jaraknya!! Tetap semangat ya Jeng..GBU!
BalasHapus@jeng Lisbet: betul Jeng,senyumnya adalah semangat baruku biarpun hanya dalam angan dan foto senyumnya kunikmati. Tanpa bermaksud mengeluh Tuhan, sungguh aku rindu pada dirinya. Dan aku percaya bahwa dia telah bahagia di rumah Bapa , biarpun diri ini tak pernah melihatnya. Nitip doa utknya ya Jeng..lop yuuuu
BalasHapus