Cita-citaku sangatlah biasa..kuingin menjadi LILIN..layak kah aku,Tuhan..?




Sabtu, 12 Maret 2011

Lelakoning urip

Rasanya baru kemarin kusuapin 2 jagoanku, bahkan saat tangis dik Putri pecah masih jelas di ingatanku. Peluh bercucuran, kerjaan kantor tak kuhiraukan, urusan bikin susu dan daftar menu makanan buat ketiga buah hatiku , sepertinya masih kurasakan di badanku capeknya. Semua nampak jelas menari-nari di ingatanku...hmmmhh,betul seperti nyata baru kualami semuanya.

Sekarang...
Aku dengan 2 jagoanku, sudah besar (SMA keduanya) , kata orang tidak pantas lagi disuapin..."mundhak ngalem", gitu katanya. Dan satu hal yang membuatku sangat kehilangan yaitu kepergian Putri ku satu-satunya..(terimalah dia disisiMu Tuhan).
Suatu hal yang membuatku semakin merasa sepi..tidak ada anak kecil lagi di rumah, semua sudah bisa sendiri,... makan, mandi, bikin susu..woalaaahhh,aku harus ngerjakan apa lagi.

Nantinya...
Jika Tuhan memberiku umur panjang, kuingin anaklanang2 ku bisa kudampingi sampai mereka berhasil meraih cita-citanya. Mas Adhi ingin membaktikan diri menjadi seorang Dokter Bedah, sungguh cita-cita yang luhur. Sedangkan Abel sangat anti pemerintah, karenanya emoh jadi PNS seperti ortunya. Setiap hari aku mendengar rencana-rencana lucu mereka jika kelak mereka beranjak dewasa. Saking lucunya kadang aku ikutan "gila" terlibat pembicaraan dengan mereka. Abel sudah merancang bentuk bangunan restonya, lengkap dengan live music yang harus ada setiap malamnya untuk tamunya..ha ha ha ha...sungguh Tuhan, hanya ini yang kupunya.

Akhirnya...
Apa yang kami rancang saat ini, semoga didengar olehNya..meskipun kami tahu bahwa waktu Tuhan tidaklah sama dengan waktu manusia. Jalan hidup kami tidaklah mudah namun kami yakin Tuhan akan ada selalu di dekat kami untuk senantiasa menjaga kami. Terjadilah kehendakMu atas kami Tuhan..amin.

2 komentar:

  1. waktu pancen cepet berlalu...nggak terasa ya Jeng..
    hmm rasane baru kemarin Tuhan memberikan suara tangis si kecil...sekarang mungkin kamu sendiri pernah menangis di tengah malam. Tangisan kerinduan seorang ibu melihat anak yg pernah dikandungnya menjadi lebih baik dari orang tuanya...dengan rasa was2, kwatir, namun ada juga kebanggaan ketika mereka dapat menunjukkan kemampuan lebihnya.Hmmmm..rancangan Tuhan memang selalu sempurna dan selalu baik bagi umat yang percaya dan beerharap padaNYA. GBU Jeng!

    BalasHapus
  2. iya,sepi di tengah hiruk pikuknya dunia..apalagi anaklanang pasti dolanane wis beda banget. Syukur Puji Tuhan, sik penting aku bisa sabar dan terus berdoa utk mereka. bisa jadi anak2 Tuhan yang membanggakan, jauh dari segala perbuatan yang mengecewakanNya. Nuwun doa & harapannya ya Jeng..miss U..

    BalasHapus

Komentar anda tercipta dari hati anda, maka secara otomatis anda juga telah memberi ruang untuk hati anda